Rabu, 20 Februari 2019

Antologi di Joeragan Artikel Selalu Menarik Hati

      

        

        Sesuai janjiku pada postingan sebelumnya, ingin menuliskan seputar antologi (buku bersama) di Joeragan Artikel yang selalu menggelitik hati untuk diikuti. Beberapa antologiku hasil dari belajar di Joeragan Artikel. Banyak beberapa artikel yang terlewatkan karena bertabrakan dengan kelas lain. Jika aku menimba ilmu membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi agar hasilnya maksimal.

       Awal aku mempunyai antologi, dimulai dari kelas antologi di Joeragan Artikel. Antologi perdanaku Cernak pada bulan Desember 2017 dan keluar buku pada bulan Februari 2018 dengan judul Payung Warna -Warni Seri 2. Satu tahun yang lalu antologi perdanaku terbit. Walaupun revisi di antologi perdana ini cukup banyak, sampai empat kali revisi (malu, deh) tetapi tidak menyurutkanku untuk ikut kelas antologi berikutnya.

                                                          Gambar : Koleksi JA

        Berbekal kelas Editor aku mencoba mengikuti antologi berikutnya dan ingin membuktikan di antologi berikutnya sudah lebih baik. Jadi tidak perlu revisi sebanyak empat kali, hehe.... Aku juga banyak sharing dengan peserta yang sudah lebih dulu mengenal literasi. Mereka care dan terbuka, tidak pelit ilmu. Aku jadi tidak merasa sungkan walaupun masih yunior. Dalam antologi ini bertemakan pernikahan beda suku atau negara. Persertanya dari berbagai macam daerah, pulau, dan negara. Seru, lucu, dan ada yang menyedihkan. Banyak kisah inspiratif dan hal positif yang bisa dipetik. Perbedaan itu bisa untuk menyatukan, bukan menyatukan dua jiwa tetapi menyatukan dua keluarga yang berbeda bahasa, adat, dan sebagainya. Antologi Dua Budaya Satu Cinta.



                                                       Gambar : Koleksi JA

        Antologi berikutnya yaitu Antologi Kisah Shahabiyah. Ini antologi perdanaku menulis agak panjang. biasanya hanya sekitar 300 words tetapi di Antologi ini minimal 1.000 words dan mengambil kisah istri para Rosul yang diaplikasikan di dalam hidup kita masing-masing. Pasti sebelum menulis harus membaca detail. Kisah istri para Rosul mana yang paling sesuai dengan kisah hidup kita. Pesertanya membludak dan akhirnya dijadikanlah dua tema dan prosesnya cukup lama. Saat ini proses masih tahap ISBN. Dari kedua buku Kisah Shahabiyah, aku berada di buku tema pertama "Wanita Mulia yang Dirindukan Surga" tema kedua "Wanita Tangguh dan Pemberani yang Dirindukan Surga". Wajar saja proses buku ini tidak secepat antologi sebelumnya karena proses menulisnya juga tidak singkat, tetapi para peserta tetap dengan setia dan sabar menunggu. Ditunggu terbit buku penuh inspiratifnya ya, Smart Ladies.

                                                        
                                                       Gambar : Koleksi JA

         
          Antologi yang pasti Smart Ladies suka membacanya dan tidak sabar praktek demi keluarga tercinta yaitu, Antologi Resep Makanan. Mulai dari snack dan gorengan, masakan. aneka roti dan kue, sampai aneka dessert. Lengkap menunya dan pastinya sederhana karena kita menulis resep tersebut yang menjadi makanan favorit keluarga. Jadi kita, para peserta menulis yang sering kita praktekkan. Tidak langsung menulis naskah resepnya tetapi menceritakan mengapa resep tersebut menjadi favorit keluarga, ekspresi, dan antusias anggota keluarga bila kita memasak menu tersebut. Rasa, aroma, dan teksturnya juga harus dituliskan serta nilai gizi dari menu tersebut. Jadi, tidak hanya buku resep makanan tetapi ada cerita unik dan seru di antara anggota keluarga. Panjang naskah pun harus 1.000 - 1.300 words. Sayang belum dapat menampilkan foto bukunya karena masih dalam proses lay out belum dapat dipublikasikan.

      Sebenarnya selain antologi-antologi tersebut masih banyak lagi antologi yang ada di Joeragan Artikel. Ada antologi khusus profesi, seperti antologi khusus untuk para guru. Ada juga seputar
antologi puisi dan prosa, antologi fikmin, antologi the power of single mom, antologi my medical story yang mendapatkan apresiasi dari menteri kesehatan. Antologi khusus anak-anak juga ada, Cerita Anak Indonesia, Gerbong Warna Merah, Sekantung Permen Warna-Warni, dan Antolagi Aku Berani yang diikuti putriku. Biasanya antologi anak-anak akan diadakan saat bulan Ramadan tiba untuk mengisi kegiatan positif anak-anak sambil mengasah ketrampilan menulisnya.

      Mengikuti kelas antolgi selain dapat untuk mensejarahkan kisah yang kita punya, juga dapat menjadi portofolio. Tingkatkan skill menulis dan selalu upgrade ilmu, yuk, para Smart Ladies. Belajar dan menimba ilmu secara online, seolah-olah Dunia hanya selebar layar gawai. Interaksi tidak hanya dengan yang satu daerah tetapi lintas pulau bahkan lintas negara.   


Selamat menulis dan berkarya.


Salam Literasi!


Purwani W

Ilmu adalah Investasi Terbaik



     




         Pepatah mengatakan “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina” memang cocok untuk mengaplikasikan sebuah makna dari kata ilmu adalah investasi terbaik. Mengapa investai ilmu adalah terbaik? Karena dia tidak akan dapat ada yang mengambilnya atau hilang. Selama kita mempergunakannya dan berbagi, ilmu justru akan semakin berkembang. Ilmu juga tidak mengalami inflasi seperti investasi lainnya.

       Apalagi kalau ilmu itu akan dapat menghasilkan pundi-pundi penghasilan yang menggiurkan. Emak jaman now seperti aku sangat tertarik. Walaupun aku sebagai wanita karir tanpa asisten rumah tangga, tetapi setiap saat dapat menuntut ilmu. Asyiknya lagi ilmu yang aku peroleh tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi karena cukup dilakukan dari rumah dan bermodalkan gawai android yang berkuota.
         


       Belajar online via sosmed begitu mengasyikkan, masih bisa nyambi pekerjaan rumah. Ada yang belajar lewat grup whatsapp, facebook, maupun aplikasi telegram. Semuanya akan sangat nyaman saat belajar online. Tidak semua orang dapat masuk dalam grup tertutup tersebut dan saat materi akan disetting hanya admin yang dapat memposting materi berupa tulisan, gambar, maupun video. Biasanya grup materi dengan tugas akan dibedakan, jadi tidak akan tertimpa antara materi dan tanya jawab peserta training. Nyaman dan penuh konsentrasi, peserta tidak hanya dari Indonesia tetapi ada yang tinggal di negeri orang, lho... pasti nambah sahabat, kan?

     Training online ini banyak disediakan oleh Joeragan Artikel (JA) seperti yang aku ikuti. Aku seperti kecanduan mengikuti training-training online di JA. Kecanduan hal positif tidak akan membahayakan, justru sebaliknya. Setelah dua training Cernak di bulan Desember 2017 dan Januari 2018 Gampang Bikin Artikel aku selalu melirik training berikutnya. Aku merasa menemukan passionku setelah dua kali mengikuti training di JA tersebut.

     Selanjutnya karena ingin mengetahui lebih banyak seputar penulisan yang benar menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), aku mengikuti kelas Editor. Investasi menjadi nomor sekian karena ilmu yang didapatkan jauh lebih besar nilainya dari investasi tersebut. Apalagi jika sudah bertekad meng-upgrade ilmu agar daat mengikuti perkembangan yang ada. Tujuan ikut kelas Editor minimal dapat memperbaiki tulisan sendiri, kalau akhirnya bisa bergabung dengan tim editor ya, alhamdulillah. Pengalaman menulis antologi perdana yang hanya 300 words membutuhkan revisi sampai empat kali. Luar biasa awamnya aku saat itu. Maka tidak salah aku memutuskan ikut kelas editor.
   

 
           Merasa masih haus ilmu, setelah kelas Editor selesai aku pun melanjutkan belajar online masih di Joeragan Artikel yang terkait dengan penulisan. Yaitu Kelas Travel Writing, karena memang suka travelling jadi kesempatan ikut kelas ini juga untuk menulis pengalaman saat traveling dan review tempat wisata yang kusinggahi. Jalan-jalan juga dapat dijadikan bahan tulisan ya, Smart Ladie.



         Beberapa artikel telah aku tuliskan hasil dari kelas Gampang Bikin Artikel lantas ingin lebih tahu bagaimana membuat sebuah artikel menjadi viral. Ikutlah training Artikel Viral yang kebetulan waktu itu hanya 50K. Tanpa pikir panjang segera kuhubungi admin kelas tersebut. Keren banget ilmunya.
                                   


     Masih berkaitan dengan kelas menulis, aku mencoba melirik tulisan agar bisa dikirim ke media cetak bukan hanya ke media online. Kelas tersebut adalah kelas liputan atau reportase. Diajarkan detail bagaimana mendapatkan ide dan menjadikan sebuah acara sederhana menjadi berita yang menarik untuk diliput dan ditulis tentunya.



      Mencoba hal baru juga menjadi tantangan. Sebenarnya bukan hal baru, karena setiap hari kita berkecimpung dengan namanya pengelolaan keuangan. Merasa cashflow kurang sehat aku pun mengikuti kelas Financial For Mom. Kelihatan sepele tapi ini penting sekali untuk "kesehatan" keuangan kita.


         Kelas-kelas di Joeragan Artikel sungguh luar biasa. Materinya TOP BGT dengan mentor  sangat sabar dan gamblang dalam menyampaikan materi. Panduan PJ sangat membantu dalam tanya jawab di kelas. Jadi jangan ragu untuk berinvestai ilmu yang tidak ada matinya, apalagi jika ilmu itu kita manfaatkan sepanjang hidup kita dan kita wariskan terhadap anak cucu kita kelas, tiada pernah sirna ilmu tersebut.

Investai lewat ilmu siapa takut? Sangat setuju jika ilmu adalah investai terbaik saat ini.
Joeragan Artikel tempatnya menimba ilmu khusus untuk para perempuan.



Selanjutnya tunggu tulisanku berikutnya seputar antologi yang aku ikuti di Joeragan Artikel.

Sumber Gambar @ all : Koleksi JA

Salam Literasi.