Kecintaanku
pada tulis menulis sudah saya rasakan semenjak
duduk di bangku SMA. Waktu itu tahun 1994, saya mencoba mengirimkan
sebuah cerpen remaja ke sebuah radio setempat. Cerpen pun diterima dan sempat
mengudara. Namun tidak ada yang tahu kalau saya penulisnya. Karena waktu
itu memakai nama samaran atau nama pena.
Namun hanya sebatas itu saya menulis, tidak ada kelanjutannya.
Sampai
akhirnya di penghujung tahun 2017 tepatnya di tanggal 17 Desember 2017, saya
dikenalkan kelas online oleh teman. Training antologi kelas cerpen anak. Dari
situ hobby saya mulai timbul kembali, bergabung bersama orang-orang yang
sehobby semakin menyulut semangat belajar saya.
Training
online menulis itu, seru, asyik, dan yang jelas tidak menyita waktu, harus
keluar rumah. Kita tetap bisa duduk manis di rumah, namun ilmu yang kita dapat
sama dengan training offline. Teman pun bertambah dari seluruh Indonesia. Siapa
saja bisa bergabung di group tersebut. Tidak semua yang ikut kelas tersebut, sudah
lihai dalam tulis menulis. Semua belajar bersama, dimulai dari nol bagi yang
pemula. Didukung dengan Guru yang sudah tidak diragukan kemampuannya membimbing
dan mengajar. Beliau mentor sekaligus Kepala Sekolah Perempuan, yang berpusat
di Bandung. Ibu Anna Farida. Cikgu Anna, kami biasa memanggilnya.
Materi
pertama berupa video seputar menulis cerpen anak yang tidak membosankan.
Dijelaskan dari awal penentuan tema, tokoh sampai menemukan ending yang membuat
penasaran pembaca. Dilanjutakn tanya jawab kemudian praktek.
Yang
seru saat pembuatan draft cerpen, kurang lebih 2,5 halaman atau sekitar 700
karakter. Bagi yang pemula revisi bisa sampai tiga kali. Baik itu revisi kosa
kata, tanda baca, dan lain-lain. Namun karena semangat ingin mempunyai buku
bersama, semua bisa terlewati. Dengan bantuan admin sebagai editornya, yang
cukup sabar dalam membimbing kami. Proses dari awal belajar sampai
dikumpulkannya naskah cerpen siap terbit sekitar dua minggu.
Tanggal
6 Januari 2018 semua naskah siap terbit sudah terkumpul ke admin. Kami lega
karena walau masih pemula akhirnya bisa juga menerbitkan buku walau masih karya
bersama. Antologi cerpan anak. Belajar bersama, berkarya bersama, tanpa ada gap
antara pemula dan yang sudah mahir menulis. Suasana kompak dan kekeluargaan
sangat terasa saat training online tersebut. Saling support diantara kami. Dan
kami berlanjut ke komunitas tulis menulis untuk selalu menumbuhkan semangat
menulis dan akhirnya bisa membuahkan karya-karya berikutnya.
Akhir
Februari, ada informasi jika buku antologi cerpen anak siap terbit. Karya
bersama akhirnya
bisa dinikmati bersama. Dan buku siap
cetak dan segera dikirim ke alamat masing-masing. Tampilan yang menarik dengan
sampul warna-warni, dan dengan gaya bahasa
yang mudah dicerna anak-anak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar